Apa kabar bu, semoga Ibu baek2 saja. aku yakin ibu bahagia dan nyaman di sana. Keadaanku juga baek2 saja bu, walaupun terkadang aku masih saja tidak bisa melupakan kenanganku terhadapmu. Aku merasa ibu masih adadi dekatku, yang selalu bercanda denganku menemaniku dalam suka dan duka. Pasti ibu juga masih ingat jika pagi harusmembangunkan aku dan terkadang menjewer telingaku. Dan aku masih ingat ketika ibu sering menanyakan badanku yang gak gemuk ini..hehehe...
Banyak sekali kenangan indah bersama ibu, mungkin seratus kertas gak akan muat menampung seluruh tulisan2ku.
Tapi ketika badai itu tiba2 datang menerpa keluargaku, aku tak tahu apa rencana Tuhan. Suatu siang ibu mengeluh sakit di dadanya, aku mengajak ibu ke doktertapi ibu bilang cuma kecapekan dan mungkin hanya masuk angin biasa saja. Akupun menurut, semoga yg dikatakan ibu benar.Bagiku ibu adalah sosok yg tegar, kuat,pekerja keras. semenjak ayah tiada, ibu yg menggantikan sosok ayah, sebagai kepala keluarga dan pengambil keputusan.
Tapi bu, aku tidak akan melupakan saat2 bu pergi meninggalkan aku. Karena sakit di dada ibu yg sering kambuh, kmi berinisiatif untuk membawa ibu ke rumah sakit dan sejak itu ibu sering keluar masuk rumah sakit.
Soreitu ibu memanggil kami anak2nya untuk berkumpul, ibu hanya berpsan agar kami selalu rukun, bekerja dgn tekun dan jangan melupakan ibadah.Ibu memandangi kami satu persatu dan kemudian tersenyum untuk trakhir kalinya. Ibu pergi dengan tenang. Entah mengapa aku begitu tegar di hadapan ibu, tak ada air mata yg menetes karena aku tahu itu yg terbaik buat ibu. Tuhan sangat menyayangi ibu..
Aku rela bu, aku selalu berdoa agar ibu tenang di sisinya.Ibu bisa melihat kami dari jauh, kami anak2mu akan memberikan yg terbaik buat ibu.
Aku berjanji akanmembahagiakan orang2 disekitarku seperti ibu yg telah membahagiakan aku.
Sekali lagi terima kasih bu, cium sayang buat Ibu di surga...
Dari anakmu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar