Rabu, 30 Juni 2010
kisah sedih di hari perpisahan....
Duh, judulnya sedih banget ya? Hmm, tapi itulah kenyataan yang mesti bisa diterima semua orang. Kita pasti pernah berpisah dengan siapapun dalam kehidupan ini, dan itu selalu menjadi bagian dari kehidupan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Ketika perpisahan itu datang, kita belajar menyadari bahwa hidup itu memang selalu berubah, dan kita harus bisa menerimanya dengan penuh kesadaran.Tetapi, di balik perpisahan, selalu tersimpan sebersit harapan. Kita berharap kehidupan selanjutnya akan lebih baik. Harapan itu pulalah yang menjadikan hidup kita lebih indah dan lebih bermakna. Bikin hidup lebih hidup, katanya, hehe. Sebuah harapan, bagaikan energi positif yang membangunkan kita dari tidur, membuat kita selalu semangat, mengisi hari-hari kita dengan mimpi, sebuah penantian harapan agar menjadi kenyataan! Dan, jika harapan itu telah menjadi kenyataan, dunia bagaikan berada di pelukan. Haha, sungguh indah!Pada waktu masih di bangku SMA, di kala itu harus berpisah dengan teman-teman di sekolah. Sebagian teman-teman juga pindah sekolah. Dan, kebetulan saat itu, gw menjadi salah satu team penyusun majalah perpisahan sekolah di akhir tahun. Seorang guru, saat itu memintaku membuat puisi perpisahan yang bisa dimasukkan dalam majalah tersebut. Akhirnya kubuatkan sebuah puisi, dengan segenap kemampuanku, membiarkan perasaan perpisahan yang akan segera terjadi itu mengalir, dan mencurahkannya dalam bentuk puisi. So sweet, haha..Penasaran dengan isi puisinya? Hehe.. tapi ntar dulu ya. Btw, puisi itu pun gw buat menjadi lagu loh. Ada nadanya, haha, ternyata tidak gampang menggubah sebuah lagu, memberikan nada-nadanya, apalagi menyanyikannya. Lagu perpisahan kan lagu yang sedih, tapi lagu sedih jangan sampai membuat kita berlarut dan terbuai dalam kesedihan. Lagu sedih harus juga membuat kita bangun dan memandang masa depan yang lebih baik. Menggabungkan konsep inilah yang sulit. Haha, ternyata tidak mudah. Tapi akhirnya gw berhasil membuat nada lagunya!Hmm, sebelum kutuliskan syair puisi perpisahan yang menjadi lirik lagu itu, ada keunikan loh pada bait-baitnya. Di situ ada tersembunyi nama gw yang sengaja dirancang sedemikian rupa. Keunikan itu pulalah yang menyebabkan puisi ini menjadi tidak mudah untuk dibuat. Hayo, tebak-tebak berhadiah, haha, temukan namaku dalam puisi lagu perpisahan ini! Dan, jika telah ditemukan, kamu akan tahu bahwa puisi itu kubuat saat gw SMA di kelas 2A !Puisi PerpisahanBiarkan masa lalu lepas
Untaian waktu tak lagi kembali
Doa saja tinggal kini
Insafi hati akan Jalan-NyaAsa dan pilu kian padu
Nodai hati hadirkan duka
Teringat tiada pergi tanpa kenangan
Oh perpisahan hantui setiap insanDari relung hati terbersit
Untuk hidup begitu hanyut itu
Andai segala daya kumiliki
Aku ingin hidup lebih berarti
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar